Kota Malang semakin semarak dan penuh warna setelah adanya kampung berwarna-warni yang terletak pada 2 kampung wisata yaitu Jodipan dan Kesatrian.

Rumah-rumah warga yang berada di 2 kampung di sebelah timur jembatan Embong Brantas itu dicat dengan warna yang bervariasi (kabarnya ada 20 warna) serta mencolok pada tembok dan atap rumah, jalanan, kandang ayam, tiang jemuran dsb. Tempat yang dulunya terlihat kumuh, kini menjadi lebih sedap dipandang oleh karena hal tersebut.

Kampung warna-warni adalah objek wisata baru di dalam Kota Malang, yang akan semakin menjadikan Kota Malang sebagai tujuan wisata utama, bukan hanya sebagai kota transit atau peristirahatan untuk berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. Para wisatawan yang datang ke Kota Malang dapat menyisihkan waktunya untuk mengunjungi objek wisata yang anyar ini.

Kampung Warna Warni Jodipan terletak di Jalan IR. H. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Permukiman warga pada Kelurahan Jodipan – RW 02 – RT 06, 07 dan 09 atau yang lebih dikenal sebagai kampung Juanda, merupakan lokasi rumah-rumah yang dicat warna-warni tersebut.

Lokasinya dapat terlihat dari jembatan Embong Brantas (Jalan Gatot Subroto), yang letaknya hanya 500 meter dari Stasiun Kota Malang. Dari Alun Alun Tugu serta Alun Alun Kota Malang jaraknya sekitar 1 km, dari Terminal Arjosari jaraknya sekitar 7,5 Km, dari pertigaan Karanglo-Singosari jaraknya sekitar 8 km, dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh jaraknya sekitar 12,5 km, dan dari arah pusat kota Kepanjen sekitar 20 km ke arah utara.

Di sebelah timur jembatan tersebut, akan terlihat perkampungan penduduk berwarna-warni yang terpisah oleh sungai Brantas. Di sebelah kanan (selatan) sungai itulah kampung warna-warni Jodipan. Sedangkan di sebelah kiri (utara) sungai merupakan kampung Tridi (3D)

Kampung Wisata Jodipan (KWJ) saat ini telah memberlakukan tiket masuk dengan tarif Rp. 2000/orang. Berdasarkan yang tertulis pada tiket masuknya, uang tiket ini diperlukan untuk kepentingan perawatan, inovasi gambar, kebersihan dan lain-lain. Cukup murah kan tiket masuknya? Apalagi dengan tiket masuk tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati setiap spot menarik yang ada di dalam objek wisata ini tanpa perlu membayar lagi. Oh iya, tiket masuknya berbentuk sticker yang menarik, sehingga dapat dijadikan kenang-kenangan.

Selain tiket wisata, perlu diperhatikan biaya lainnya yang perlu dikeluarkan, terutama mengenai parkiran. Tarif parkir di sekitar KWJ seperti tarif parkir pada umumnya, yaitu Rp. 2000/sepeda motor dan Rp. 5000/mobil. Sedangkan untuk bus pariwisata, tarifnya berkisar antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000, tergantung lokasi parkirnya.

Kota Malang di Jawa Timur memiliki beberapa kampung wisata unik yang selama beberapa bulan terakhir ditutup untuk sementara waktu akibat pandemi Covid-19.
Kendati demikian, Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni Jodipan akan segera dibuka kembali untuk menyambut wisatawan.

Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni kira-kira akan dibuka 3 September 2020,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Selasa (1/9/2020).

Ida menambahkan, saat ini pengelola kedua kampung wisata tersebut masih melengkapi sejumlah protokol kesehatan. Sementara selama penutupan sementara berlangsung, baik Kampung Tridi maupun Kampung Warna-warni Jodipan memperbarui atraksi wisata yang ada di sana.

“Mereka melakukan pengecatan kembali, membenahi wahana yang rusak,” Kata” Ida.

Dibuka secara serentak Sebelumnya, Kampung Tridi yang berlokasi di Jalan Temenggungan Ledok, Kesatrian, Kecamatan Blimbing ditutup untuk sementara waktu sejak Maret 2020. Sementara itu, Kampung Warna-warni Jodipan di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing ditutup untuk sementara waktu pada 17 Maret.

Ida menuturkan, kedua kampung tematik tersebut akan dibuka kembali secara bersamaan karena adanya jembatan kaca. “Mereka saling terhubung dengan jembatan kaca. Kalau salah satu saja yang buka, orang tidak bisa menyeberang,” tutur Ida. Kendati dua kampung tematik tersebut akan dibuka kembali pada awal September, tetapi kampung wisata lain masih belum tahu kapan akan dibuka kembali.

“Kampung-kampung tematik belum semua dibuka. Mereka belum berani buka karena kebanyakan di Kota Malang di areal perumahan dan saling berhimpitan,” ujar Ida. “Mereka takut terkontaminasi, mereka merasa kesehatan lebih perlu daripada menerima kunjungan,” lanjutnya. Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.